Aug 22 2009

Tentang Keluarga dan Bola

Published by fitra under Orange Orange !!

best-book-ever-2

Judul : Boy Overboard (Bocah Lintas Batas)

Penulis : Morris Gleitzman

kali ini saya akan kembali membahas tentang sebuah buku yang sangat penuh semangat. terutama semangat akan kehidupan yang bebas.

buku ini sudah saya baca lebih dari 3 kali, dan saya masih tetap tersentuh setiap membaca perjuangan mereka untuk kembali ke keluarga mereka.

cerita fiksi ini mengambil setting di Afghanistan. sebuah negara yang pada saat itu masih di bawah pemerintahan taliban.  negara dimana musik, gambar, dan segala macam seni dilarang. bahkan permainan layang-layang pun dilarang.

buku ini menceritakan kisah seorang anak lelaki bernama Jamal, dan keluarganya. Jamal memimiliki seorang adik bernama Bibi yang sangat jago bermain bola. namun, perempuan yang bermain bola pada saat itu, sangat dilarang. oleh karena itu Bibi tidak bisa sembarangan bermain di luar rumah.

Ibu Jamal adalah seorang guru yang diam-diam melaksanakan kegiatan pendidikan (sekolah) di rumahnya. sedangkan ayahnya adalah seorang supir taksi.

suatu hari, pemerintah menangkap ibu Jamal dan mengambil semua peralatan sekolah di rumah Jamal. untuk mencegah hal buruk terjadi pada keluarganya, Ayah Jamal pun memutuskan untuk pergi mencari suaka ke Australia.

setelah menyelamatkan ibu Jamal dari stadion sepak bola -tempat berlangsungnya eksekusi bagi para pelanggar hukum taliban-, mereka pun memulai perjalanan mereka ke Australia.

nah, di tengah perjalanan ini, Jamal dan Bibi sempat terpisah dari kedua orang tuanya, di rampok di tengah lautan dan masih banyak lagi petualangan lainnya.

membaca buku ini membuat saya menjadi semakin bersyukur dilahirkan di Indonesia. di negara demokrasi ini. dimana kebebasan dijunjung tinggi dan ada undang-undangnya (walaupun masih terdapat “bolong” sana sini). saya tidak bisa membayangkan kalau sampai ada pemerintahan seperti taliban di Indonesia. tidak ada musik (tidaak !!), gambar yang berarti tidak ada TV, tidak boleh ada internet.. dsb. (tidaaak..!!)

walaupun buku ini fiksi, tapi buku ini sangat menegangkan, penuh petualangan dan inspirasional (meski endingnya sedikit menggantung)

satu jempol buat Morris Gleitzman

:mrgreen:

No responses yet

Jul 05 2009

Perjuangan

Published by fitra under Orange Diaries, Orange Orange !!

sebenernya ini cerita yang udah dari sekitar sebulan yang lalu. tadi, pas buka-buka draft eh nemu ini. ya udah, dimasukkin aja deh sekalian. :)

gue gak pernah menyadari makna kata ini sebelumnya, sampe akhirnya gue bertemu dengan nyokap salah satu temen gue. kedatangan gue ke “tempat kerja” nyokap temen gue yang sama sekali gak gue rencanakan itu, berhasil membuat gue “tertohok” sesuatu di dalam hati gue.
beliau menceritakan tentang perjuangan seseorang tetangganya untuk meneruskan sekolah.

seseorang ini, sebut saja A adalah anak yang sangat tidak mampu. namun semangat sekolah tetap terpatri di dalam dirinya. bahkan, ketika beranjak kuliah pun ia tetap berusaha mencari beasiswa dan berusaha mempertahankan nilai IPK nya, pada saat itu A berhasil berkuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di bandung. A berhasil kuliah tanpa biaya sepeserpun dari orangtuanya, seluruh biaya kuliahnya pure dari beasiswa. masih terlintas dalam benak beliau ketika A melewati rumahnya, A hanya diberi uang jajan untuk kuliah sebesar 5 ribu rupiah per hari sehingga A sering melakukan puasa untuk menghemat uangnya. bandingkan dengan saat ini, gue aja yang masih SMA, jajan perharinya 2 kali lipat dari itu.

mata beliau berkaca-kaca ketika menceritakan ini semua. saat ini, A sudah bekerja di salah satu departemen negara dan sering melakukan perjalanan ke luar negeri. A sudah menjadi orang yang sangat sukses. namun, A tetap sederhana. bahkan A-lah yang memberikan “modal” untuk beliau mendirikan warung yang digunakan untuk membiayai sekolah teman saya itu.

jujur, ketika mendengar cerita ini hati saya agak miris. betapa kurang bersyukurnya saya akan anugerah Allah yang saya terima saat ini. saya bisa sekolah tanpa perlu memusingkan biaya. namun, diluar sana tidak sedikit anak-anak yang bergelimang harta akan tetapi tidak memperdulikan sekolah, dan bagi mereka sekolah hanyalah tempat untuk bertemu teman dan bersenang-senang.

“harta yang dihambur-hamburkan pasti suatu saat akan habis, namun ilmu yang diperjuangkan dan diamalkan tidak akan pernah habis dan akan terus berkembang”

No responses yet

Nov 29 2008

Perjuangan Sang Supir Angkot

Published by fitra under Orange Diaries, Orange Orange !!

hari ini, adalah hari yang pasti sangat mengesalkan buat seorang supir angkot M18 yang saya naikin. sekaligus waktu terlama yang harus saya tempuh di perjalanan dari sekolah ke rumah. jadi, ceritanya.. pas pulang sekolah, saya naek angkot. terus pas sampe di perempatan, ternyata eh ternyata.. jalanannya maceeet banget. akhirnya sang supir pun memutuskan buat lewat jalan tikus. angkot pun melewati jalur yang bukan seharusnya. temen saya yang kebetulan mau main ke rumah saya sampe bingung. “fi.. kita mau kemana? kok lewat sini?”. saya pun menenangkan. “tenang aja, angkotnya lewat dalem, gue tau kok tembusnya dimana”. temen saya pun jadi tenang. jadilah kita pun tenang tenang aja.

angkot pun dengan lihai belok kiri belok kanan, walaupun agak susah waktu mau ngelewatin polisi tidur. ternyata, gak cuma angkot aja yang lewat dalem. ada beberapa kendaraan pribadi yang juga lewat jalan tikus itu. selang 5 menit kemudian, ada ibu-ibu yang tiba-tiba ngeberhentiin kita “jangan lewat sini pak, ada orang hajatan”, kata ibu itu. akhirnya, supir angkot pun muter lewat jalan lain. sekitar 3 menit perjalanan, tiba-tiba ada ibu-ibu lagi yang ngeberhentiin supir angkot “jangan lewat sini bang, ada orang meninggal”, kata ibu itu. sang supir pun hanya bisa mendesah dan kembali muter jalan. setelah 2 menit perjalanan, (lagi-lagi) ada bapak-bapak yang bilang “jangan lewat sini, ada orang kawinan”, supir angkot yang sudah ‘panas’ hanya bisa menelan ludah, dan dengan sabar mencari jalan lain.

“fi.. kok gak sampe-sampe ya?” temen saya pun udah mulai cemas. “tenang aja, gue tau kok jalan di sini” saya menenangkan. padahal sebenernya saya udah gak tau arah. ya gara-gara angkotnya muter-muter mulu. tiba-tiba, ada mas-mas gitu yang ngeberhentiin angkot, tadinya dikirain mau ngasih tau ada hajatan atau nawarin bantuan, tapi ternyata.. dia bilang gini “Lo Lewat-lewat aja lo daritadi. bolak balik gak jelas. BAYAR LO !!!”. sang supir yang udah pasrah pun akhirnya ngasih beberapa duit ke mas itu. salah satu bentuk premanisme yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. dan.. setelah 5 menit berlalu, sang supir pun berhasil keluar dari jalan tikus dan menemukan jalan besar. saya, yang waktu itu udah bete, langsung buru-buru nyetop angkot. bayangin aja, perjalanan dari sekolah ke rumah yang biasanya cuma 10 menit, ini nyampe 30 menit !!

tapi saya yakin, pasti sang supir lebih bete lagi. bayangin aja, udah muter-muter, ngabisin bensin, dipalak pula !!. mungkin memang lagi sial kali ya pak.. sing sabar aja ya pak.

*didedikasikan buat para supir angkot/angkutan umum di Jakarta, yang harus menghadapi praktek premanisme setiap hari. ingatlah motto ini :

“bersaing di jalanan, bersatu di pangkalan”

hehehe.. -peace..-  :D

17 responses so far

Next »